Ngalam (Kota Malang) adalah salah
satu kota dingin yang berada di Jawa Timur. Malang memiliki banyak keindahan di
setiap sudut kotanya. Selain terkenal dengan kotanya yang dingin dan asri, Malang juga terkenal
dengan keindahan
alamnya.
Malang
mempunyai bahasa yang menjadi ciri
khasnya yaitu Boso Walikan atau Boso
Malangan. Dengan bahasa yang dimilikinya tersebut menjadikan Malang
mempunyai keunikan tersendiri
dibandingkan dengan kota-kota yang lainnya.
Boso Walikan juga dapat digunakan
untuk memikat wisatawan lokal atau wisatawan asing yang ingin berkunjung ke Malang. Meskipun bahasanya terdengar asing
ditelinga, bahasa tersebut dapat menjadi salah satu ciri khas yang akan diingat
oleh wisatawan yang berkunjung ke
Malang. Bahasa tersebut dapat menjadi salah satu aset Kota Malang yang sangat
berharga.
Pada
video “NGALAM KIPA LOP”
terdapat tiga tokoh, yang
pertama bernama Dimas. Dimas berasal
dari ibukota yaitu Jakarta. Dia berkunjung ke Malang untuk menemui saudaranya
yang sudah lama berada di Malang. Yang kedua bernama Bagus. Bagus adalah mahasiswa di salah
satu kampus ternama di Malang. Yang terakhir bernama Alfian.
Alfian adalah teman Bagus di Malang.
Ia adalah anak asli Malang. Alfian memiliki suatu usaha di Malang, yaitu kedai kopi.
Lokasi take video “NGALAM KIPA LOP” dilaksanakan pada
beberapa lokasi yang menjadi ikon kota malang yaitu: Stasiun
Malang, Balai Kota, Simpang Lima Balapan dan Kedai Kopi Pete.
Video “NGALAM KIPA LOP” menceritakan
Dimas ketika berkunjung ke Malang merasa heran dan aneh
dengan bahasa yang digunakan oleh Bagus. Bagus yang sudah cukup lama berada di
Malang kemudian menjelaskan bahwa
Malang juga mempunyai bahasa khasnya tersendiri yang biasa disebut dengan “Boso Walikan”. Dimas yang semula hanya
ingin berlibur di Kota Malang
karena tertarik dengan keindahan, kesejukan dan
keasrian Malang menjadi
tertarik pula dengan Boso Walikan
khas Malang. Dimas menyampaikan keinginannya pada
Bagus untuk mengetahui lebih mendalam terkait Boso Walikan
serta ingin belajar bahasa
tersebut.
Bagus
mengajak Dimas pergi ke kedai kopi Pete untuk
ngopi manis sekaligus bertemu dengan temannya yang bernama Alfian untuk belajar
lebih dalam tentang Boso Walikan. Saat bertemu Alfian, Dimas
dijelaskan bagaimana sejarah Boso Walikan,
apa saja kata-kata yang bisa dibalik, dan contoh-contoh dari Boso Walikan. Beberapa contoh kata yang
bisa dibalik adalah adapes yang
artinya sepeda, libom artinya mobil, lecep artinya pecel, otos artinya
soto, halokes artinya sekolah, hailuk artinya kuliah, sam artinya mas dan masih banyak yang lainnya.
Asal
mula Boso Walikan yaitu bahasa ini
dahulu digunakan oleh pahlawan-pahwalan lokal Kota Malang sebagai bahasa sandi ketika berkomunikasi pada saat berjuang
melawan
para penjajah. Bahasa sandi ini
sangat efektif karena tidak bisa dipahami oleh para penjajah.
Lazimnya para penjajah Belanda dan
Jepang akan dapat memahami jika orang Indonesia
menggunakan bahasa Jawa. Tetapi jika bahasa Jawa tersebut dibalik, maka mereka
tidak akan mengerti apa arti bahasa tersebut.
Boso Walikan
tersebut juga digunakan oleh para gerilya rakyat kota. Dan sampai sekarang Boso Walikan masih digunakan oleh
anak-anak muda hingga orang-orang tua. Hal tersebut dikarenakan Boso Walikan mempunyai daya tarik
tersendiri dan menjadi ciri khas Bahasa dari Kota Malang.
Boso
Walikan sudah menjadi pemersatu warga asli Malang.
Termasuk warga asli Malang yang merantau ke luar daerah.