Kamis, 17 Januari 2019

“NGALAM KIPA LOP” Boso Walikan (Bahasa Khas Malang)



     Ngalam (Kota Malang) adalah salah satu kota dingin yang berada di Jawa Timur. Malang memiliki banyak keindahan di setiap sudut kotanya. Selain terkenal dengan kotanya yang dingin dan asri, Malang juga terkenal dengan keindahan alamnya.
Malang mempunyai bahasa yang menjadi ciri khasnya yaitu Boso Walikan atau Boso Malangan. Dengan bahasa yang dimilikinya tersebut menjadikan Malang mempunyai keunikan tersendiri dibandingkan dengan kota-kota yang lainnya. Boso Walikan juga dapat digunakan untuk memikat wisatawan lokal atau wisatawan asing yang ingin berkunjung ke Malang. Meskipun bahasanya terdengar asing ditelinga, bahasa tersebut dapat menjadi salah satu ciri khas yang akan diingat oleh wisatawan yang berkunjung ke Malang. Bahasa tersebut dapat menjadi salah satu aset Kota Malang yang sangat berharga.
Pada video “NGALAM KIPA LOP” terdapat tiga tokoh, yang pertama bernama Dimas. Dimas berasal dari ibukota yaitu Jakarta. Dia berkunjung ke Malang untuk menemui saudaranya yang sudah lama berada di Malang. Yang kedua bernama Bagus. Bagus adalah mahasiswa di salah satu kampus ternama di Malang. Yang terakhir bernama Alfian. Alfian adalah teman Bagus di Malang. Ia adalah anak asli Malang. Alfian memiliki suatu usaha di Malang, yaitu kedai kopi.
Lokasi take video “NGALAM KIPA LOP” dilaksanakan pada beberapa lokasi yang menjadi ikon kota malang yaitu: Stasiun Malang, Balai Kota, Simpang Lima Balapan dan Kedai Kopi Pete.
Video “NGALAM KIPA LOP” menceritakan Dimas ketika berkunjung ke Malang merasa heran dan aneh dengan bahasa yang digunakan oleh Bagus. Bagus yang sudah cukup lama berada di Malang kemudian menjelaskan bahwa Malang juga mempunyai bahasa khasnya tersendiri yang biasa disebut dengan “Boso Walikan”. Dimas yang semula hanya ingin berlibur di Kota Malang karena tertarik dengan keindahan, kesejukan dan keasrian Malang menjadi tertarik pula dengan Boso Walikan khas Malang. Dimas menyampaikan keinginannya pada Bagus untuk mengetahui lebih mendalam terkait Boso Walikan serta ingin belajar bahasa tersebut.
Bagus mengajak Dimas pergi ke kedai kopi Pete untuk ngopi manis sekaligus bertemu dengan temannya yang bernama Alfian untuk belajar lebih dalam tentang Boso Walikan. Saat bertemu Alfian, Dimas dijelaskan bagaimana sejarah Boso Walikan, apa saja kata-kata yang bisa dibalik, dan contoh-contoh dari Boso Walikan. Beberapa contoh kata yang bisa dibalik adalah adapes yang artinya sepeda, libom artinya mobil, lecep artinya pecel, otos artinya soto, halokes artinya sekolah, hailuk artinya kuliah, sam artinya mas dan masih banyak yang lainnya.
Asal mula Boso Walikan yaitu bahasa ini dahulu digunakan oleh pahlawan-pahwalan lokal Kota Malang sebagai bahasa sandi ketika berkomunikasi pada saat berjuang melawan para penjajah. Bahasa sandi ini sangat efektif karena tidak bisa dipahami oleh para penjajah. Lazimnya para penjajah Belanda dan Jepang akan dapat memahami jika orang Indonesia menggunakan bahasa Jawa. Tetapi jika bahasa Jawa tersebut dibalik, maka mereka tidak akan mengerti apa arti bahasa tersebut.
Boso Walikan tersebut juga digunakan oleh para gerilya rakyat kota. Dan sampai sekarang Boso Walikan masih digunakan oleh anak-anak muda hingga orang-orang tua. Hal tersebut dikarenakan Boso Walikan mempunyai daya tarik tersendiri dan menjadi ciri khas Bahasa dari Kota Malang.
Boso Walikan sudah menjadi pemersatu warga asli Malang. Termasuk warga asli Malang yang merantau ke luar daerah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar